Batik Air ID-6355 putar balik, penumpang diangkut dengan pesawat lain. Sisi semua

Batik Air ID-6355 putar balik, penumpang diangkut dengan pesawat lain.  Sisi semua

JAKARTA, KOMPAS.com – Pesawat Batik Air dengan nomor penerbangan ID-6355 kembali ke bandara asal pada Minggu (28 Maret 2021) setelah menempuh penerbangan selama 15 menit.

Pesawat tersebut sedianya akan mengambil rute Semarang melalui Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani, Jawa Tengah (SRG), melalui Bandara Internasional Soekarno-Hatta di Tangerang (CGK) menuju Jakarta.

Akibatnya, penumpang yang terkena dampak juga mengalami keterlambatan keberangkatan akibat kendala teknis pada sistem hidrolik pesawat. Namun akhirnya penumpang diangkut dengan pesawat lain yang dioperasikan oleh Batik Air.

Penerbangan ID-6355 berangkat dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani tadi malam dengan jadwal pemberangkatan terakhir pada pukul 18:13 WIB.

Pada penerbangan ini, Batik Air mengganti pesawatnya dengan armada yang berbeda, yakni registrasi PK-LZJ Airbus 320-200CEO, ”kata Danang Mandala Prihantoro, Corporate Communications Strategic Batik Air, dikutip dari keterangan resmi, Senin (29/3). /) 2021).

Baca juga: Rute Batik Air Semarang-Jakarta kembali dalam 15 menit

Dia menegaskan, penerapan deviasi sesuai dengan standar operasional prosedur. Periksa pesawat sebelum keberangkatan (Pemeriksaan pra-penerbangan) tetap beroperasi dan harus bisa terbang dan beroperasi (layak terbang untuk penerbangan).

“Batik Air menerbangkan enam awak dan 95 tamu,” kata Danang.

Jumlah ini menyusut dibandingkan data tamu sebelumnya, yakni 120 penumpang. Artinya, 25 penumpang sudah mengajukan perubahan jadwal keberangkatan (penjadwalan ulang) dan pengembalian uang tiket (pengembalian dana).

“Batik Air meminta maaf atas ketidaknyamanan yang ditimbulkan karena mengganggu lalu lintas udara penumpang pada Penerbangan ID-6355,” ujarnya.

Penerbangan Batik Air ID-6355 dengan pesawat lain akhirnya mendarat di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 7.27 WIB.

Baca juga: Penumpang membuka jendela darurat dan mengudara ke pesawat lain

READ  Donor Government Project, Waskita membidik kontrak baru senilai Rp 31 triliun

“Batik Air senantiasa mengedepankan operasional penerbangan dan pelayanan penerbangan yang sedang berjalan, berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, dengan tetap memperhatikan faktor-faktor yang memenuhi aspek keselamatan (keselamatan pertama) serta pedoman protokol kesehatan, ”ujarnya.

Sebelumnya, Batik Air Flight ID-6355 disiapkan menggunakan Boeing 737-900ER untuk registrasi PK-LBI.

Pesawat membawa hingga 120 penumpang dan enam awak.

Pesawat telah lepas landas dengan jadwal pemberangkatan dari Bandara Internasional Jenderal Ahmad Yani pada pukul 14:15 WIB dan dijadwalkan tiba di Bandara Internasional Soekarno-Hatta pada pukul 15:15 WIB.

Namun, setelah 15 menit penerbangan, terjadi masalah yang menyebabkan pesawat berputar balik. Danang mengatakan setelah 15 menit di udara, pilot memutuskan untuk kembali ke bandara asal untuk memastikan keamanan penerbangan ID-6355 (kembali ke pangkalan/ RTB) dan komunikasi dengan petugas lalu lintas udara.

Baca juga: Sekitar 1 jam, Lion Air Surabaya-Ambon dialihkan ke Sorong

“Karena ada indikator di kokpit yang menunjukkan komponen tertentu tidak pada posisi semestinya, maka inspeksi darat harus dilakukan lagi. Keputusan pilot sesuai dengan standar prosedur keselamatan penerbangan,” ujarnya.

Setelah diputuskan melakukan putar balik, Danang memberi tahu saya bahwa pesawat Batik Air tidak bisa langsung mendarat.

Sebelum mendarat, pesawat melakukan lap (Memegang) karena cuaca buruk rabun dekat yang tidak memenuhi persyaratan keselamatan untuk pendaratan atau lepas landas pesawat.

“Setelah visibilitas dinyatakan aman dan pengendali lalu lintas udara mengijinkan untuk mendarat, penerbangan Batik Air ID-6355 mendarat pada pukul 15.00 WIB,” ujarnya.

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

polressidrap.com