Bukan China, berikut 3 negara yang disebut sebagai tempat asal virus Corona

KOMPAS.com – Pandemi sudah berlangsung hampir setahun, tapi ada beberapa hal yang saling terkait virus corona baru atau SARS-CoV-2 belum diketahui. Termasuk pertanyaan aslinya.

Pada awal epidemi, hal itu disebutkan virus corona pertama kali terdeteksi di pasar hewan di Wuhan, China.

Hal ini menyebabkan Amerika Serikat menyalahkan China atas pandemi tersebut. Namun, China membantah, menyalahkan Amerika Serikat.

Sejumlah penelitian telah dilakukan untuk menemukan asal virus korona itu.

Baca juga: Global Corona Update: 62,5 juta positif | Malaysia menunda pemilihan

Berikut tiga negara yang diyakini menjadi sumber virus corona Covid-19:

1. India

Sejumlah peneliti China mengklaim bahwa virus korona baru atau SARS-CoV-2 berasal dari India.

Dilaporkan MengekspresikanPada Sabtu (28/11/2020), hasil studi virus corona dilaporkan menular dari hewan ke manusia saat gelombang panas terjadi pada awal musim panas 2019 di India.

Gelombang panas dikatakan telah meningkatkan interaksi antara manusia dan hewan. Interaksi ini dicapai ketika hewan liar, seperti monyet, terlibat dalam perebutan air yang mematikan.

meluncurkan Surat harianPada Jumat (27/11/2020), penelitian tentang asal mula virus corona dilakukan oleh Chinese Academy of Sciences yang diketuai oleh Dr. Shen Libing.

Dalam artikel tersebut, tim peneliti menggunakan analisis filogenetik, yaitu studi tentang mutasi virus untuk mencoba melacak asal-usulnya. Covid-19.

Para ilmuwan percaya bahwa mungkin untuk melacak versi asli virus dengan menemukan sampel dengan mutasi paling sedikit. Namun, klaim baru ilmuwan Tiongkok tersebut telah ditolak oleh sejumlah ilmuwan ternama.

Kutipan Matahari, Jumat (27/11/2020), profesor genetika manusia dan biostatistik di UCLA, Marc Suchard, mengatakan “koleksi acak” dari strain virus yang digunakan tidak mungkin menghasilkan “nenek moyang”. Menurutnya, metode yang digunakan ilmuwan China melibatkan ketidakpastian yang cukup besar.

READ  Presiden Prancis menutup masjid karena pemenggalan kepala guru

Baca juga: Peneliti China mengklaim virus Corona berasal dari India

2. Italia

meluncurkan CGTN, Sabtu (28/11/2020), dievaluasi ahli virologi Jerman Alexander Kekule Pandemi virus corona global dari Italia utara.

Ia menjelaskan, virus corona yang menyebar ke seluruh dunia bukan dari Wuhan, melainkan mutasi dari Italia utara. Strain virus di Italia disebut mutan “G”, strain yang memiliki mutasi genetik.

Kekule mengatakan ketidaktahuan Italia tentang virus, peringatan lama China, dan kurangnya tindakan pencegahan adalah penyebab pandemi global. Jika tidak, virus harus dikendalikan.

Sebelumnya, penelitian oleh Italian Cancer Institute mengungkap virus corona baru atau SARS-CoV-2 sudah ada di Italia sejak September 2019. China menjawab pertanyaan tersebut sebagai bukti tidak bersalahnya.

meluncurkan Kompas.com, 20 November 2020, studi tersebut didasarkan pada analisis sampel darah dari 959 orang, yang diambil selama pemindaian kanker paru antara September 2019 dan Maret 2020.

Sejumlah peneliti mengatakan lebih banyak ulasan harus dilakukan di jurnal.

Profesor Mark Pagel dari Departemen Ilmu Biologi Universitas Reading mengatakan semua sampel yang diambil tidak menunjukkan gejala dengan usia antara 55 hingga 65 tahun dan merupakan perokok.

“Biasanya inilah kelompok dengan risiko paling besar tertular Covid-19. Karena sangat aneh sampelnya tidak menunjukkan gejala,” ujarnya.

Baca juga: Virus Corona diperkirakan telah menyebar ke Italia sejak September 2019

3. Spanyol

Ahli virologi Spanyol menemukan jejak virus corona di sampel air limbah Barcelona pada Maret 2019.

Penelitian mereka menunjukkan bahwa Covid-19 dapat muncul lebih cepat dari yang diperkirakan.

meluncurkan Reuters, Pada 27 Juni 2020, peneliti dari tim Universitas Barcelona melakukan pengujian terhadap sampel yang diambil dari Januari 2018 hingga Desember 2019.

READ  Jreeeng! Buat Trump terkikik, 5 miliarder di belakang Biden

Dari penelitian tersebut didapatkan genom virus corona di salah satunya.

“Tingkat SARS-CoV-2 rendah tapi positif,” kata pemimpin studi Albert Bosch yang dikutip dari universitas tersebut.

Namun, Dr Joan Ramon Villalbi dari Masyarakat Spanyol untuk Administrasi Kesehatan dan Sanitasi Umum mengatakan kepada Reuters bahwa terlalu dini untuk menarik kesimpulan yang tegas.

Baca juga: Para ahli mengungkap munculnya Covid-19 di Spanyol sejak Maret 2019

Written By
More from Kaheela Miah

Iran Mengatakan Senapan Mesin yang Digunakan untuk Membunuh Ilmuwan Nuklirnya Sangat Akurat, Bukti

TEHRAN, KOMPAS.com – Iran klaim, senapan mesin ringan kontrol Satelit dan digunakan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *