Donor Government Project, Waskita membidik kontrak baru senilai Rp 31 triliun

Jakarta, CNBC Indonesia – Perusahaan konstruksi milik negara PT Waskita Karya Tbk (WSKT) berencana memenangkan kontrak baru senilai Rp31 triliun tahun ini. Nilai kontrak baru ini meningkat sebesar Rs 4 triliun dari realisasi Rs 27 triliun pada tahun 2020.

Direktur Utama Waskita Karya Destiawan Soewardjono mengatakan dari jumlah tersebut, proyek pemerintah diperkirakan masih memberikan kontribusi terbesar, yaitu 35%. Dari BUMN tersebut, 25% proyek swasta sekitar 25% dan sisanya berasal dari pengembangan bisnis perseroan.

“Kami berencana kontrak baru mendekati Rs 27 triliun [di 2020] dan itu terpenuhi, kami akan tumbuh dengan target 31 triliun rupee pada 2021, “kata Destiawan dalam wawancara dengan CNBC Indonesia.


Destiawan melanjutkan, tahun ini perseroan tidak akan terlalu agresif mengejar kontrak baru. Dia memperkirakan kontrak baru tahun ini bisa tumbuh 20% year over year.

“Sasaran kami sebenarnya strategi bisnis kontrak baru yang tidak terlalu agresif, tumbuh 20% year over year. Ini cukup realistis dan kami berharap bisa tercapai tahun ini. Jika ada perubahan, kami akan lakukan. menyampaikan ini, “jelasnya.

Dia berharap target tersebut bisa tercapai pada kuartal I karena perseroan menandatangani kesepakatan baru dengan PT Terregra Asia Energy senilai Rp 12,5 triliun. Waskita telah menandatangani Framework Agreement (MoA) untuk pembangunan 5 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTMH) Kecil di Provinsi Sumatera Utara dan 2 Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di Provinsi Nangroh Aceh Darussalam dengan total investasi sebesar Rp 12,5 triliun atau setara dengan 893 juta. Dolar Amerika.

“Kami juga mengejar proyek infrastruktur yang dicanangkan oleh PUPR, BUMN dan Pengembangan Usaha,” lanjutnya.

Tahun ini emiten WSKT mengalokasikan investasi 11 triliun rupee di bursa Indonesia. Dana ini diperuntukkan untuk membiayai beberapa ruas tol yang dibangun Waskita, antara lain tol Jogja Bawen melalui konsorsium dan beberapa ruas tol lain di Jawa Barat.

READ  Prysselius Beli Saham Soho Global IPO, Siapa Dia?

Investasi perseroan tidak hanya ditanamkan di bisnis jalan tol, tetapi juga digunakan untuk mengembangkan bisnis real estate. “Ada beberapa bidang strategis yang akan menjadi program bisnis Waskita ke depan,” ujarnya.

[Gambas:Video CNBC]

(hps / hps)


Written By
More from Said Rafiq

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *