Dulunya polisi, sekarang diberhentikan dan disebut pengkhianat bangsa

KOMPAS.com- Seorang polisi Riau Pangkat Kompol dan berinisial IZ (55) diberhentikan karena terlibat kasus peredaran. Narkoba.

Mantan anggota Direktorat Jenderal Reserse Kriminal Kepolisian Daerah Riau itu ditangkap dengan membawa barang bukti sabu sebanyak 16 kilogram.

Baca juga: Detik seorang petugas polisi yang ditangkap Sabu seberat 16 kg, melepaskan tembakan

Disebut pengkhianat bangsa

Dermaga. Polisi Riau Inspektur Jenderal Pol Agung Setya Imam Effendi Polda Riau menggelar konferensi di Pekanbaru, Riau pada Sabtu (24/10/2020) untuk mengungkap kasus peredaran narkoba yang melibatkan oknum polisi.

Irjen Pol Agung Setya Imam Effendi Polda Riau menyebut IZ sebagai pengkhianat bangsa.

Pelaku diyakini mencoreng nama baik Polri.

“Kami berharap dewan juri menghukum para pengkhianat bangsa ini secara adil,” kata Agung dalam keterangan tertulis yang diterima, Sabtu (25/10/2020).

Untuk alasan ini, IZ dibebaskan dan akan dibawa ke pengadilan.

“Mungkin kemarin jadi anggota, tapi tidak hari ini. Makanya saya sebutkan nama saja, bukan pangkat, karena tidak ada pangkat,” kata Agung.

Tersangka IZ dan rekan-rekannya dijerat pasal 114 ayat 2 jo pasal 112 ayat 2 UU No 35 tahun 2009 terkait narkotika dengan ancaman pidana mati atau pidana penjara minimal 5 tahun dan maksimal 20 tahun.

Baca juga: Petugas Polri Menjadi Kurir Sabu 16 kg, Kapolda Riau: Dia Pengkhianat Bangsa

Ilustrasi obatKOMPAS.COM/HANDOUT Ilustrasi obat

Terlibat dalam kasus narkotika

Penangkapan dimulai setelah polisi mendapat informasi tentang transaksi narkoba di Pekanbaru.

Dua pelaku sudah berada di dalam Opel Blazer, yakni oknum-oknum polisi IZ dan mitranya HW adalah pengusaha.

Di Jalan Parit Indah mereka menerima dua tas dari dua sepeda motor.

Kedua kantong tersebut diduga berisi sabu-sabu.

Baca juga: Akhir dari perjalanan seorang polisi yang merupakan kurir Sabu seberat 16 kilogram

Penangkapannya menegangkan

Ilustrasi pengemudiiStockphoto / forrest9 Ilustrasi pengemudi

Proses penangkapan ditandai dengan pengejaran.

Pasalnya, kedua pelaku sudah merasa diawasi oleh polisi dan langsung kabur.

Namun, polisi langsung mengejar mobil pelaku hingga ke Jalan Arifin Akhmad.

Mobil tersangka terus berusaha kabur hingga menabrak beberapa kendaraan lain, kata Agung.

Baca juga: Dramatis, Petugas Polisi Ditangkap Diduga Sebagai Tembakan Berwarna Kurir Sabu

Ilustrasi pistolSHUTTERSTOCK Ilustrasi pistol

Bidikan berwarna

Petugas menembak mobil dari kanan untuk menghentikan mobil pelaku.

Warga ini panik.

Polisi juga beberapa kali menabrak mobil pelaku.

Akhirnya pelakunya bisa dihentikan. Dalam insiden ini, IZ ditembak di lengan dan punggung.

Sumber: Kompas.com (Penulis: Pekanbaru Kontributor, Idon Tanjung | Redaksi: Teuku Muhammad Valdy Arief, Aprilia Ika, David Oliver Purba)

READ  Gunung berapi di Indonesia meletus dan memaksa warga mengungsi
Written By
More from Ubayd Saleh

iPhone 12 akan diperkenalkan 8 September 2020

Jakarta, Beritasatu.com – Apple Inc. sering menjadikan September momen peluncuran produk terbarunya....
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *