Energi gelap terungkap di alam semesta kosmologi

Jakarta, CNN Indonesia –

Dalam kosmologi energi gelap adalah bentuk energi hipotetis yang memenuhi seluruh ruangan dan memiliki tekanan negatif yang kuat. Energi gelap juga benar alam semesta.

Menurut teori relativitas umum, pengaruh tekanan negatif secara kualitatif mirip dengan gaya dalam skala besar yang melawan gravitasi.

Energi gelap membentuk 72 persen dari kepadatan energi massa total alam semesta. Kontribusi dominan lainnya adalah materi gelap dan sebagian disebabkan oleh atom atau materi baryon (baryon).




Materi baryon adalah proton dan neutron yang menyusun sebagian besar massa materi yang terlihat di alam semesta, seperti yang disebutkan Astronomi Swin.

Jenis energi gelap lainnya telah disarankan Langit bumi, termasuk medan kosmik yang berhubungan dengan inflasi dan medan energi rendah yang dikenal sebagai “inti”. Diyakini bahwa alam semesta paling awal juga mengalami periode ekspansi cepat yang dikenal sebagai inflasi.

Inflasi terjadi sekitar 10 hingga 36 detik setelah Big Bang dan membantu memuluskan alam semesta dan membuatnya datar secara geometris. Jika massa yang terjadi di alam semesta persis sama dengan massa jenis persepsi, geometri alam semesta berbentuk datar seperti selembar kertas.

Ketika para astronom mengukur jumlah materi dan energi di alam semesta saat ini, mereka hanya menemukan sekitar 30 persen dari apa yang diperlukan untuk meratakan alam semesta dengan menambahkan energi gelap.

Ada sebuah pesawat luar angkasa, WMAP mengukur geometri alam semesta. Jika alam semesta datar, fluktuasi gelombang mikro kosmik latar paling terang akan menjadi sekitar satu derajat. Artinya, alam semesta saat ini datar dan tingkat kesalahannya hanya dua persen.

‘Digest’ sendiri berasal dari bahasa Yunani kuno dan menggambarkan elemen kelima misterius selain udara, api, tanah dan air.

READ  Tanda-tanda kehidupan di Venus bisa datang dari Bumi: Okezone Techno

Sedangkan konstanta kosmologis adalah suatu bentuk energi spesifik, energi vakum. Esensinya dinamis, berkembang dan bentuk energinya bersifat spasial. Artinya, intinya adalah medan kuantum dengan energi kinetik potensial.

Karena hubungan antara dua energi dan tekanan itu penting, intinya bisa menarik atau menolak. Ia memiliki persamaan yaitu p = wρ (p adalah tekanan dan ρ adalah massa jenis, maka w adalah persamaan untuk komponen energi yang mendominasi alam semesta.

Jika w melewati kurang dari -1/3, ekspansi dipercepat. Sebaliknya, konstanta kosmologis bersifat statis dengan massa jenis konstan dan w = -1.

Ada sejumlah program berkelanjutan yang bertujuan untuk mengetahui lebih banyak tentang energi gelap. Salah satu studi tersebut termasuk pengukuran getaran suara baryonic (BAO).

Big Bang (Big Bang) bisa saja menciptakan gelombang skala besar ini dalam ruang dan waktu. Saat gelombang primordial ini bergerak melalui alam semesta, ia meninggalkan gelombang dengan kepadatan rendah selama puluhan juta tahun cahaya di mana galaksi itu berada sekarang.

Meski begitu, kemungkinan adanya perbedaan ruang dan waktu ini akan melanggar prinsip Copernicus bahwa alam semesta homogen dalam skala besar.

(Dalam / DAL)

[Gambas:Video CNN]

Written By
More from Said Rafiq

Nosel hitam muncul di SPBU Pertamina di Tangsel. Apakah ada bahan bakar baru?

Jakarta – – Penampilan unik muncul SPBU Pertamina Itu di Tangerang Selatan....
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *