Ilmuwan menemukan petunjuk untuk mempelajari planet 9

Para ilmuwan telah mencari planet hipotetis sembilan selama bertahun-tahun.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sebuah planet yang berjarak 336 tahun cahaya dari Bumi bisa membantu para ilmuwan mempelajari lebih lanjut tentang kemungkinan keberadaan ‘Planet Nine’ atau ‘Planet X’. Ilmuwan percaya akan keberadaan Planet 9 bersembunyi di tepi tata surya kita.

Para ilmuwan telah mencari planet hipotetis sembilan selama bertahun-tahun. Karakterisasi baru Teleskop Luar Angkasa Hubble dari planet asing ini menunjukkan bahwa dunia seperti Planet 9 secara teoritis bisa ada di tata surya lain.

“Planet ekstrasurya berada dalam orbit eksentrik yang sangat jauh dari bintang induknya dan, seperti yang diprediksi oleh Planet Sembilan, sangat tidak sejajar,” kata Meiji Nguyen, penulis studi planet baru di jurnal tersebut. astronomi, dilaporkan pada AxiosRabu (16/12).

Menurut Nguyen, hasil tersebut menimbulkan pertanyaan tentang bagaimana planet-planet ini terbentuk dan berevolusi hingga berakhir dalam konfigurasi mereka saat ini.

Sistem bintang biner tempat planet ditemukan relatif muda, yaitu 15 juta tahun. Ini menunjukkan bahwa jenis dunia ini mungkin telah terbentuk pada awal sejarah tata surya mereka.

Para ilmuwan yakin planet itu bisa berakhir di orbit yang aneh karena pernah dibuang oleh bintang-bintangnya di masa lalu.

Para peneliti percaya bahwa Planet Sembilan bisa ada di tata surya kita karena orbit aneh dari beberapa objek yang melewati Neptunus yang dikenal sebagai Sabuk Kuiper.

Para pendukung teori tersebut menyatakan bahwa gravitasi planet besar di orbit yang aneh dapat memengaruhi gerakan benda-benda lain ini.

Eksoplanet yang dipelajari oleh Hubble bisa menjadi model yang baik tentang seperti apa sejarah awal Planet Sembilan di tata surya kita.

READ  Penghargaan Nobel Ekonomi 2020 kepada Paul Milgrom dan Robert Wilson untuk perbaikan dalam teori lelang

“Ini seperti memiliki mesin waktu untuk sistem planet kita sendiri yang berasal dari 4,6 miliar tahun yang lalu untuk melihat apa yang bisa terjadi ketika tata surya muda kita aktif secara dinamis dan semuanya bercampur dan diatur ulang,” kata Paul Kalas. , salah satu penulis studi.

Written By
More from Said Rafiq

Menteri Perhubungan meminta Luhut mengumpulkan pengusaha Batak untuk membangun pelabuhan di Danau Toba

JAKARTA, KOMPAS.com – Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sedang berkonsentrasi pada perluasan infrastruktur di...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *