Kenali fase bulan yang membuat bentuknya terlihat berbeda setiap hari – semua sisi

Foto oleh Callum Hilton dari Pexels

Bentuk bulan terlihat berbeda, kenapa?

Bobo.id – Tahukah Anda bahwa hampir semua planet di tata surya kita memiliki satelit? Begitu juga dengan bumi.

Ya, satelit alam bumi yang kita kenal dengan namanya bulan. Biasanya kita bisa melihatnya dengan jelas di malam hari.

Saat teman menonton, Anda membentuk bulan bisa berbeda setiap hari.

Terkadang, bulan terlihat kecil. Lain waktu, bulan bisa terlihat lebih besar. Kami akhirnya mengerti itu bulan telah mengalami perubahan bentuk.

Ini bahkan tidak jarang bulan melingkar sempurna tetapi terkadang hanya setengah terlihat.

Pernahkah Anda bertanya-tanya kenapa berbentuk bulan murung? Untuk mengetahui jawabannya, baca penjelasannya.

Baca juga: Sifat-sifat 8 planet di seluruh tata surya beserta sifat dan citranya

Mengapa bentuk bulan berubah?

Bentuk yang kita lihat bergantung pada posisi bulan. Saat bulan bergerak mengelilingi bumi, ia memantulkan sinar matahari.

Dari bumi kita hanya bisa melihat bagian bulan yang menghadap kita. Bentuk bulan yang kita lihat pada malam tertentu bergantung pada seberapa banyak permukaan bulan di matahari pada saat itu.

Bentuk bulan disebut fase. Fase bulan terjadi selama siklus bulan, yang berlangsung sekitar 27 hari.

Pada awal siklus, bulan berada di antara bumi dan matahari. Selama fase ini, sisi bulan memantulkan sinar matahari menjauh dari bumi.

Jadi kita tidak bisa melihat bulan sama sekali! Biasanya fase ini disebut fase bulan baru.

Saat bulan berputar, kita bisa melihatnya lebih banyak setiap malam. Selama waktu ini bulan tampak semakin besar.

Kemudian kita juga mengenal istilah bulan sabit ketika bulan tampak seperti lengkungan kecil di langit.

READ  Ditemukan fosil buaya raksasa dengan ukuran mencapai 5 meter

Baca juga: Contoh 3 Tarian dan gerakan tradisional Indonesia

Tentu saja, seluruh bulan masih ada, tapi kita hanya bisa melihat sebagian kecil sinar matahari yang dipantulkan karena posisi bulan.

Di sekitar pertengahan siklus bulan, bumi berada di antara matahari dan bulan, sehingga kita dapat melihat seluruh permukaan bulan di malam hari. Kami menyebutnya bulan purnama.

Kadang-kadang bumi membuat bayangan di permukaan bulan selama bulan purnama, menyebabkan apa yang dikenal sebagai gerhana bulan.

Setelah bulan purnama, bulan tampak menyusut. Saat bulan mendekati akhir revolusinya, kita akan semakin jarang melihatnya setiap malam.

Selama ini kami mengatakan bulan memudar atau semakin kecil. Menjelang akhir siklus, hanya bulan sabit yang terlihat di langit.

Sampai akhirnya bulan mencapai akhir revolusinya dan siklusnya dimulai lagi dengan bulan baru.

Baca juga: Jenis konjungsi berdasarkan fungsi dan contoh kalimatnya

—–

Teman-teman, jika ingin belajar lebih banyak tentang sains, cerita fantasi, cerita misteri, dan pengetahuan seru, langsung saja berlangganan majalah SD Bobo dan Mombi. Klik saja https://www.gridstore.id

Atau teman-teman bisa membaca versi elektroniknya (e-magz), yang bisa diakses online di ebooks.gramedia.com


Video yang direkomendasikan

Konten yang didanai

Written By
More from Said Rafiq

Indosat (ISAT) – Tri Merger? Penguasaan pendekatan frekuensi Telkomsel

Bisnis.com, JAKARTA – Kabar merger atau merger PT Indosat Ooredoo Tbk semakin...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *