Ketika komponen satelit Rusia dan rudal China hampir bertabrakan di orbit

Liputan6.com, Austin – Dua puing luar angkasa, diyakini berdekatan satu sama lain, menghindari tabrakan. LeoLabs mengatakan satelit Rudal Rusia dan China yang mati ditembakkan pada jarak 25 meter dari satu sama lain.

Dikutip dari BBCPada Sabtu (17 Oktober 2020) tidak ada tanda-tanda puing-puing yang meledak di luar angkasa. Tapi ahli lain mengatakan demikian satelit Kosmos-2004 dan rudal Chang Zheng lebih dekat satu sama lain daripada laporan LeoLabs.

Dengan massa total lebih dari 2,5 ton dan kecepatan relatif 14,66 km / detik, setiap tabrakan merupakan bencana besar dan menyebabkan endapan.

Mengingat ketinggian objek hampir 1.000 km, pecahan yang dihasilkan bertahan sangat lama dan mengganggunya satelit yang lainnya sedang beroperasi.

Dr. Moriba Jah, seorang ahli astrodinamika di University of Texas di Austin, memperkirakan bahwa perbedaan antara kedua benda tersebut sekitar 70 meter. Perkiraan ini juga didukung oleh Aerospace Corporation, sebuah konsultan luar angkasa.

READ  Alquran dan sains menjelaskan fenomena air keluar dari bumi: Okezone Techno
Written By
More from Said Rafiq

Dugaan pelecehan di Soetta berakhir di Sumatera Utara

Jakarta – – Kabur EF, tersangka Kasus penipuan dan pelecehan di Bandara...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *