Mediasi gagal, kasus hardware PKPU Ace dibawa ke pengadilan

Jakarta, CNN Indonesia –

Mediasi antara PT Perangkat keras Ace Indonesia Tbk dan penggugat yaitu Wibowo & Rekan gagal. Perselisihan antara kedua pihak direncanakan akan dilanjutkan di meja pengadilan tahun depan.

Kegagalan proses mediasi dibeberkan oleh pengacara Wibowo & Partners, Fajar Ardianto. Kendati demikian, dia belum mau mengungkapkan alasan gagalnya proses mediasi.

Fajar hanya menyatakan karena gagalnya proses mediasi, Wibowo & Rekan harus membawa sengketa tersebut ke pengadilan.




Mediasi gagal, sehingga proses dilanjutkan ke persidangan. Agenda sidang hari ini membaca gugatan penggugat, kata Fajar. CNNIndonesia.comKamis (17/12).

Dia mengatakan rencana proses dijadwalkan pada 7 Januari 2021. Setelah itu belum diketahui langkah penyelesaian sengketa seperti apa yang akan dilakukan.

Sebelumnya, Wibowo & Rekan menggugat Ace Hardware di Pengadilan Niaga Jakarta Pusat atas mosi Penundaan Pembayaran (PKPU) atau yang disebut pailit. Gugatan tersebut didaftarkan pada 6 Oktober 2020 dengan Surat Permohonan PKPU Nomor 329 / Pdt.Sus-PKPU / 2020 / PN Niaga Jkt Pst.

Gugatan itu diajukan karena Wibowo & Rekan mendakwa Ace Hardware gagal membayar tunggakan Rp 10 juta. Tunggakan merupakan nilai kerjasama di bidang penasehat hukum (Kontrak layanan hukum) ditandatangani oleh kedua belah pihak.

RUU itu dibenarkan oleh Direktur Ace Hardware Indonesia Sugianto Wibawa. Namun, Sugianto mengaku pihaknya belum menerima pemberitahuan resmi terkait gugatan tersebut.

Belum lama ini, Ace Hardware menggugat Wibowo & Rekan di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat dengan Gugatan 599 / Pdt.G / 2020 / PN NiagaJkt.Pst atas dugaan pelanggaran hukum.

Ace Hardware mengutip dokumen pengadilan yang dikutip di situs Pengadilan Negeri Jakarta Pusat (22/10) dan meminta pengadilan untuk menyatakan bahwa Wibowo & Partners telah melakukan perbuatan melawan hukum.

READ  Fitur pesan sementara WhatsApp bisa dicoba di Indonesia

“Jadikan itu legal sebagai hukum mendeklarasikan hak bahwa terdakwa telah melakukan tindakan ilegal, “kata mereka dalam petisi pengaduan.

[Gambas:Video CNN]

Mereka juga meminta pengadilan untuk menunjukkan kesepakatan tersebut Kontrak layanan hukum tanggal 1 Oktober 2015 melanggar hukum. Dengan demikian kesepakatan dan konsekuensinya menjadi batal nol dan batal atau setidaknya tidak memiliki kekuatan hukum yang mengikat Tidak.

“Hak tergugat untuk menagih penggugat, atau kewajiban pembayaran penggugat terhadap tergugat, berakhir pada Maret 2020,” tulis petisi tersebut.

(uli / sfr)


Written By
More from Said Rafiq

Promo Superindo hari ini weekday 20 Oktober 2020 masih dengan diskon!

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Promo Superindo hari ini weekday 20 Oktober 2020 memiliki...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *