Menteri Lahadalia menekankan pemerataan pertumbuhan ekonomi di WEF 2023

Menteri Lahadalia menekankan pemerataan pertumbuhan ekonomi di WEF 2023

Negara maju juga harus memperhatikan gagasan negara berkembang (tentang peningkatan ekonomi global).

Jakarta (ANTARA) – Menteri Penanaman Modal dan Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Bahlil Lahadalia menekankan pemerataan pertumbuhan ekonomi antara negara berkembang dan negara maju.

Transfer teknologi sangat penting untuk memberikan nilai tambah sekaligus mewujudkan tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) yang dapat mendorong pemerataan pertumbuhan ekonomi.

Pernyataan tersebut disampaikan Bahlil Lahadalia dalam diskusi interaktif World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2023 di Davos, Swiss, Rabu waktu setempat.

“Percuma suatu negara memiliki pertumbuhan (ekonomi) yang tinggi tanpa pemerataan pertumbuhan,” katanya.

Untuk itu, harus ada kolaborasi antara pengusaha lokal, investor asing, dan masyarakat lokal untuk maju bersama, tambah Menkeu.

Kerja sama untuk pemerataan pertumbuhan ekonomi global juga ditegaskan dalam Bali Leaders‘ Declaration yang dihasilkan dari KTT G20 di Bali, Indonesia, pada 15-16 November 2022.

Paragraf 37 deklarasi tersebut memuat komitmen anggota G20 untuk melakukan kerja sama perdagangan dan investasi internasional untuk mengatasi masalah rantai pasokan dan mencegah gangguan perdagangan global.

Paragraf tersebut juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pelaku usaha besar dan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Komitmen anggota G20 sejalan dengan fokus Kementerian Penanaman Modal/BKPM dalam mendorong kemajuan UMKM, kata Lahadalia.

Pandemi COVID-19 berdampak sangat signifikan mengganggu rantai pasok global, karena sebelumnya pelaku usaha hanya fokus mengembangkan sektor manufaktur, ujarnya.

“Kita harus bisa menciptakan pusat-pusat pertumbuhan ekonomi baru, sehingga ketika muncul masalah lain, kita bisa menghadapinya bersama. Negara maju juga harus memperhatikan ide-ide negara berkembang (untuk meningkatkan ekonomi global),” imbuhnya.

Menteri menghadiri diskusi tentang “Investasi Langsung Luar Negeri Digital (FDI) yang Berkelanjutan dan Digital” dengan presiden Asosiasi Badan Promosi Investasi Dunia (WAIPA), Deepak Bagla, dan sekretaris jenderal Organisasi Kerjasama Digital, Deemah AlYahya.

Siehe auch  Perguruan Tinggi Didesak Memanfaatkan Potensi Momentum Kepresidenan G20

Diskusi tersebut dimoderatori oleh kepala komentator ekonomi untuk Jurnal Wall Street, Greg Ip, dan diikuti oleh peserta dari beberapa lembaga promosi investasi (IPA) di seluruh dunia.

Sesi ini mengeksplorasi peluang kerjasama antara pemerintah dan swasta untuk meningkatkan iklim investasi, mekanisme kolaborasi yang dapat menciptakan iklim investasi yang kondusif, dan mengutamakan kepentingan lingkungan untuk menarik FDI di sektor ekonomi digital.

Berita Terkait: Pemerintah menyiapkan kebijakan antisipatif untuk mendorong pertumbuhan ekonomi 2023
Berita Terkait: Ekonomi Indonesia Optimis Terus Tumbuh 2023: Kadin
Berita Terkait: Indrawati optimistis pertumbuhan ekonomi 5,3% pada 2022

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

POLRESSIDRAP.COM NIMMT AM ASSOCIATE-PROGRAMM VON AMAZON SERVICES LLC TEIL, EINEM PARTNER-WERBEPROGRAMM, DAS ENTWICKELT IST, UM DIE SITES MIT EINEM MITTEL ZU BIETEN WERBEGEBÜHREN IN UND IN VERBINDUNG MIT AMAZON.IT ZU VERDIENEN. AMAZON, DAS AMAZON-LOGO, AMAZONSUPPLY UND DAS AMAZONSUPPLY-LOGO SIND WARENZEICHEN VON AMAZON.IT, INC. ODER SEINE TOCHTERGESELLSCHAFTEN. ALS ASSOCIATE VON AMAZON VERDIENEN WIR PARTNERPROVISIONEN AUF BERECHTIGTE KÄUFE. DANKE, AMAZON, DASS SIE UNS HELFEN, UNSERE WEBSITEGEBÜHREN ZU BEZAHLEN! ALLE PRODUKTBILDER SIND EIGENTUM VON AMAZON.IT UND SEINEN VERKÄUFERN.
polressidrap.com