NTT Harus Gunakan Program Kontekstual Untuk Mengakhiri Kemiskinan Ekstrem: Amin

NTT Harus Gunakan Program Kontekstual Untuk Mengakhiri Kemiskinan Ekstrem: Amin

Saya ingin pemerintah daerah menerapkan program kontekstual, artinya program tersebut fokus pada tujuan atau memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Jakarta (ANTARA) – Wakil Presiden Ma’ruf Amin meminta Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) segera bertindak memerangi kemiskinan ekstrem dengan menerapkan program-program yang kontekstual dan aplikatif bagi masyarakat terdampak.

“Saya ingin pemerintah daerah menerapkan program yang kontekstual, artinya program tersebut fokus pada sasaran atau memberikan manfaat yang nyata kepada masyarakat,” kata Wapres Amin dalam keterangannya di kantor pers, media, dan informasi Sekretariat Wakil Presiden, Senin. .

Instruksi itu datang langsung dari Amin saat memimpin rapat koordinasi penanggulangan kemiskinan ekstrem dengan Pemprov NTT di kantor gubernur NTT pada 17 Oktober lalu.

Amin mencontohkan, pelaksanaan program penanggulangan kemiskinan ekstrem yang ditetapkan pemerintah pusat harus mengutamakan masyarakat terdampak agar benar-benar merasakan manfaatnya bagi mereka yang NTT dari kategori sangat miskin.

Berita serupa: Kunci data tingkat desa untuk mengatasi kemiskinan ekstrem: Menteri

NTT merupakan salah satu dari tujuh provinsi dengan total 35 kabupaten yang angka kemiskinan ekstremnya sedang ditangani pemerintah agar mencapai nol persen pada akhir tahun 2021.

Lima kabupaten di Provinsi Sumba Timur, Timor Tengah Selatan, Ndao Merah, Sumba Tengah, dan Manggarai Timur masuk dalam daftar prioritas penanggulangan kemiskinan ekstrem.

Sementara itu, Gubernur NTT Viktor Laiskodat mencatat bahwa NTT merupakan provinsi termiskin ketiga di Indonesia. Namun, dari lima kabupaten itu, Viktor mencatat Manggarai Timur tidak boleh masuk ke dalam kabupaten dengan kemiskinan paling ekstrem.

Berita serupa: Pemerintah Ingin Angkat 196.120 Papua dari Kemiskinan Ekstrem: Amin

“Manggarai Timur adalah daerah yang sangat subur dan sebenarnya masalah utamanya adalah infrastruktur. Saya tidak punya tanggal khusus untuk memasukkan Manggarai Timur ke dalam kategori kumuh,” kata Laiskodat.

Siehe auch  Tokoh agama, tokoh terkemuka harus menjadi panutan dalam menghadapi COVID-19

Untuk itu, Laiskodat mencatat, Pemprov NTT akan terus mendorong pemerintah daerah untuk memprioritaskan penyelesaian masalah kemiskinan ekstrem melalui implementasi program kontekstual yang optimal.

“Sekarang kami sedang menjalankan program di tingkat provinsi dan kabupaten,” tambahnya.

Berita serupa: Maharani memuji tim bulu tangkis Indonesia yang memenangkan Piala Thomas

Berita serupa: Jokowi minta BUMN menghitung tugas membangun infrastruktur

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

polressidrap.com