Pastikan ketersediaan vaksin COVID-19 di wilayah Indonesia: DPR

Pastikan ketersediaan vaksin COVID-19 di wilayah Indonesia: DPR

Jakarta (ANTARA) – Juru bicara Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Puan Maharani meminta pemerintah memastikan ketersediaan vaksin COVID-19 di daerah.

Vaksinasi tidak boleh berhenti jika tujuan herd immunity ingin dicapai, katanya.

“Antusiasme masyarakat terhadap vaksin di sejumlah daerah tidak boleh berkurang,” tambahnya dalam keterangan yang dirilis di Jakarta, Rabu.

Instruksi Presiden Joko Widodo kepada pemerintah daerah untuk segera menipiskan stok vaksin harus ditimbang dengan cepatnya pengadaan vaksin oleh pemerintah pusat, katanya.

“Tidak boleh ada jeda. Vaksinasi jangan dihentikan karena vaksinnya tidak tersedia,” tambahnya.

Juru bicara itu mendesak pemerintah untuk terus melakukan segala upaya untuk mengamankan vaksin.

Tidak ada laporan lebih lanjut tentang vaksin yang dihapus dari daerah, tambahnya.

Berita serupa: Gelombang kelima vaksin Sinopharm tiba di Indonesia

Pemerintah daerah telah melaksanakan perintah vaksinasi presiden, katanya.

Gugus Tugas Tanggap COVID-19 melaporkan bahwa 16.451.288 orang Indonesia menerima vaksin COVID-19 dosis kedua pada hari Selasa pukul 12.00 WIB (waktu Indonesia Barat).

Jumlah WNI yang divaksinasi lengkap meningkat 50.937 dibandingkan hari sebelumnya. Namun, jumlah tersebut jauh dari jumlah orang Indonesia yang menerima dosis pertama vaksin COVID-19.

Pada hari Selasa, jumlah orang Indonesia yang menerima suntikan vaksin COVID-19 pertama mencapai 42.344.675, meningkat 249.144 dari hari sebelumnya.

Indonesia meluncurkan kampanye vaksinasi massal pada 13 Januari 2021, di mana Presiden Joko Widodo menjadi orang Indonesia pertama yang menerima suntikan vaksin COVID-19.

Pemerintah telah meningkatkan upaya untuk mempercepat vaksinasi warga untuk membangun kekebalan kelompok terhadap virus dan mengakhiri pandemi. Pemerintah telah menetapkan tujuan untuk memvaksinasi 40.349.049 orang pada tahap pertama dan kedua dari program vaksinasi nasional.

Secara total, pemerintah berencana untuk memvaksinasi 181,5 juta warga, atau 70 persen dari populasi negara itu.

Siehe auch  Orang terkaya ketiga di Indonesia meninggal dunia dengan menyisakan kekayaan Rp 87,92 triliun

Berita serupa: Presiden memerintahkan penggunaan segera sisa stok vaksin

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

polressidrap.com