Polisi Chennai secara keliru menahan pekerja spa Indonesia

Polisi Chennai secara keliru menahan pekerja spa Indonesia
New Delhi. Seorang pekerja spa Indonesia yang bekerja di Chennai telah menggugat keputusan Pengadilan Tinggi Madras di Mahkamah Agung. Baru-baru ini, polisi Chennai menggeledah rumah seorang wanita dan secara ilegal menangkap seorang pekerja spa setempat. Masalah tersebut sampai ke Pengadilan Tinggi Madras. Mahkamah Agung (Pengadilan Tinggi Madras) memutuskan polisi tersebut tetapi memutuskan untuk memberikan karyawan spa itu sebagai kompensasi 2,5 lakh. Namun, karyawan spa tersebut telah mengajukan petisi ke Mahkamah Agung terhadap keputusan Pengadilan Tinggi yang melanggar martabatnya.

Faktanya, Pengadilan Tinggi memerintahkan pemerintah Tamil Nadu untuk memotong tarif setiap bulan dari gaji petugas polisi yang terkena dampak untuk jumlah kompensasi. Namun, bank departemen memberlakukan kelonggaran untuk pemotongan ini. Karyawan spa telah mengajukan petisi.

Konon pada Oktober 2018, Inspektur K. Natarajan menyergap timnya. Banyak pekerja spa ditangkap. Salah satunya adalah warga negara Indonesia. Seorang pekerja spa bernama Kedak Dwi mengaku memiliki layanan spa yang valid tetapi ditangkap secara tidak etis oleh polisi.

Kedak Dwi mengaku tinggal di penampungan selama 26 hari karena alasan tersebut. Dia dibebaskan setelah kedutaan Indonesia turun tangan. Semua ini telah melanggar martabat dan rasa hormatnya. Tanggal persidangan permohonan KDK di Mahkamah Agung belum ditetapkan.

READ  Para astronom telah menemukan kemungkinan pendorong roket bulan tahun 1960-an yang melakukan perjalanan kembali ke Bumi

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

polressidrap.com