Reformasi Pajak Harus Membantu Indonesia Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah: Menteri

Reformasi Pajak Harus Membantu Indonesia Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah: Menteri

Untuk menghindari jebakan pendapatan menengah, kita perlu melakukan konsolidasi anggaran, terutama akibat pandemi, untuk menciptakan anggaran negara yang solid dan (untuk itu) kita perlu reformasi pajak.

Jakarta (ANTARA) – Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan reformasi perpajakan merupakan bagian dari upaya membantu Indonesia menembus middle income trap.

“Untuk menghindari middle income trap, kita harus melakukan konsolidasi anggaran, terutama akibat pandemi, agar APBN yang solid dan (untuk itu) kita perlu reformasi perpajakan,” kata Menkeu saat rapat kerja dengan Komisi XI Dewan Perwakilan Rakyat ( DPR) pada Senin di Jakarta.

Reformasi perpajakan akan mampu menghidupkan kembali APBN yang saat ini tertekan akibat pandemi COVID-19, kata Indrawati. Reformasi perpajakan akan membuat dasar perpajakan menjadi lebih adil, sehat, efektif, dan akuntabel, tambahnya.

Penerimaan pajak, yang naik 47,4 persen pada tahun 1992 dari 22,81 persen pada tahun 1983 dan selanjutnya menjadi 65,1 persen pada tahun 2020, merupakan sumber utama penerimaan pemerintah, katanya.

Sistem perpajakan yang adil adalah sistem di mana semua sektor bisnis berbagi beban yang seimbang, katanya, seraya menambahkan bahwa penerimaan pajak selama ini hanya bergantung pada satu atau dua sektor.

Berita serupa: Lima Kunci Menyelamatkan Indonesia dari Middle Income Trap: Menkeu

Sektor lain, seperti sektor jasa yang terus tumbuh, belum banyak menyumbang penerimaan pajak, meski juga mendapat bantuan negara, ujarnya.

Keadilan ini berlaku untuk semua kelompok pendapatan juga, dengan kelompok berpenghasilan rendah menerima hibah dan pembebasan pajak dan kelompok berpenghasilan tinggi membayar pajak yang lebih tinggi, katanya.

“Ini yang harus kami sampaikan bahwa masyarakat akan menerima keuntungan finansial dari negara tergantung pada situasi mereka,” kata Indrawati.

Siehe auch  Indonesia optimis mencapai emisi nol bersih pada tahun 2060

Dalam sistem perpajakan yang solid, pajak dapat menjadi sumber pendapatan negara yang optimal, tambahnya. Sistem seperti itu dapat beradaptasi dengan perubahan apa pun dan dirancang sesuai dengan praktik terbaik internasional, katanya.

Sistem perpajakan yang efektif, sementara itu, menawarkan manfaat yang optimal dan pada saat yang sama membatasi pengeluaran wajib pajak, kata menteri.

Menurut Indrawati, jumlah wajib pajak terdaftar di Indonesia telah meningkat dua puluh kali lipat selama 20 tahun terakhir dari 2,59 juta pada tahun 2002 menjadi 50 juta pada tahun 2021.

Rasio wajib pajak orang pribadi terhadap pekerja telah meningkat dari 1,8 persen pada 2002 menjadi 34,66 persen pada 2021, katanya. Ini berarti bahwa wajib pajak orang pribadi telah memberikan kontribusi yang signifikan terhadap pendapatan pajak dan setara dengan yang ada di negara-negara OECD, tambahnya.

Berita serupa: Kementerian Ungkap Empat Kunci Keluar dari Jebakan Pendapatan Menengah

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

polressidrap.com