Syarat membawa pulang DP sampingan 0 persen semua

KOMPAS.com – depan atau menyetorkan 0 (nol) persen untuk membeli rumah kelas menengah dibahas.

Pada Februari 2021, salah satu izin Bank Indonesia (BI) akan ditetapkan Pinjaman untuk Nilai (LTV) dan Pembiayaan saham (FTV) 100 persen untuk pinjaman real estat.

Artinya, semua dana untuk mengambil pinjaman real estate 100 persen ditanggung oleh bank.

Dengan kata lain, konsumen menanggung 0 persen atau tidak perlu membayar menyetorkan (DP) atau deposito.

“Untuk semua jenis real estate termasuk rumah pedesaan, apartemen dan ruko / gedung perkantoran,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo, seperti diberitakan. Kompas.com, Kamis (18 Februari 2021).

Dengan munculnya kebijakan makroprudensial tersebut, bank sentral mengajukan beberapa tuntutan.

Baca juga: 1 Maret 2021, Beli Rumah DP 0 persen resmi berlaku

Beberapa persyaratan

Tidak semua bank bisa menawarkan relaksasi 100 persen LTV / FTV.

Bank sentral hanya mengizinkan bank yang memenuhi kriteria kesehatan NPL / NPF tertentu.

Bank berisiko diberikan relaksasi LTV / FTV hingga 100 persen pinjaman buruk / pinjaman non-pembiayaan (NPL / NPF) kurang dari 5 persen.

Kebijakan ini berlaku untuk pembiayaan semua jenis rumah pedesaan, ruko, apartemen / rumah berdasarkan akad Murabahah, Istishna, MMQ dan IMBT.

Rumah pedesaan yang mendapat konsesi adalah rumah tangga dengan ukuran kurang dari 21 meter persegi, antara 21 meter persegi hingga 70 meter persegi dan lebih dari 70 meter persegi.

Peraturan LTV / FTV 100 persen untuk rumah pedesaan, apartemen dan ruko / ruko juga berlaku untuk real estat yang ramah lingkungan.

Baca juga: Survei: Anggaran konsumen kurang dari Rp 500 juta untuk membeli rumah

Bagaimana dengan bank yang NPL-nya di atas 5 persen?

Dilaporkan Kompas.comPada Jumat (19 Februari 2021) lisensi LTV / FTV ini juga berlaku bagi bank dengan rasio pinjaman terhadap keuangan yang tinggi di atas 5 persen.

READ  Popularitas Toyota Avanza sedang menurun, Honda Brio menjadi mobil terlaris di Indonesia

Membeli gudang atau rumah Tipe 21 di bank dengan NPL / NPF tinggi tetap mendapat fleksibilitas 100 persen.

Namun, ini tidak berlaku untuk jenis properti lainnya.

Sekarang penyisihan untuk jenis properti lain hanya 90 hingga 95 persen.

Untuk lokasi pertama dan apartemen tipe 70 yang berdasarkan akad murabahah, akad Istishna, akad MMQ atau akad IMBT misalnya, Anda akan mendapatkan relaksasi sebesar 95 persen.

Untuk rumah pedesaan kedua dan ketiga serta apartemen berdasarkan empat kontrak, mereka mendapat tunjangan 90 persen.

Untuk rumah pedesaan dengan dimensi 21 hingga 70 meter persegi, tunjangan 95 persen diberikan.

Rumah pedesaan kedua dan ketiga untuk Tipe 21 telah menerima konsesi 95 persen.

Selain itu, bank sentral telah menghapus pencairan bertahap real estat indent untuk mendorong pertumbuhan kredit di sektor real estat, dengan tetap berpegang pada prinsip kehati-hatian dan manajemen risiko.

Kebijakan ini sepenuhnya merupakan bagian dari Paket Kebijakan Terpadu Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) untuk meningkatkan pendanaan perusahaan sebagai bagian dari Percepatan Pemulihan Ekonomi (PEN).

Baca juga: Apakah Anda ingin membeli rumah? Pertama, simak tips Feng Shui berikut ini

Written By
More from Said Rafiq

71 karyawan pabrik Suzuki di Bekasi Positif Corona

Jakarta – – Dengan berat hati Suzuki Indonesia mengumumkan pengurangan produksi di...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *