Tentara Indonesia berbagi karung beras dengan penduduk asli Papua

Tentara Indonesia berbagi karung beras dengan penduduk asli Papua

NUSADAILY.COM – JAKARTA – Tujuh tentara Indonesia mendonasikan karung beras kepada warga asli Papua di Desa Baidub, Kecamatan Ulilin, Kabupaten Merauke, Papua sebagai bagian dari program berbagi peduli di tengah pandemi COVID-19 yang sedang berlangsung.

“Kami berbagi sedikit dari apa yang kami dapatkan dengan saudara dan saudari Papua kami,” komandan Batalyon Infanteri 611 / Awang Longs Satgas Keamanan Perbatasan Indonesia-Papua Nugini Lt. kata Albert Frantesca.

Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk menjaga kekompakan personel Satgas yang ditempatkan di posko keamanan Bupul 12 dengan warga Desa Baidub, ujarnya dalam siaran pers. DIBAWAH dikutip di sini Minggu.

Karung beras milik petugas posko perbatasan yang dipimpin Letnan Dua Lt. Nyoman bersama enam prajurit itu, diharapkan bisa sedikit membantu meringankan beban warga, ujarnya.

BACA JUGA: Aparat keamanan terus meyakinkan pemberontak di Papua: polisi

“Kami terus berupaya membantu masyarakat sekitar perbatasan Indonesia-PNG,” tambahnya.

ANTARA telah melaporkan tentara Indonesia yang ditempatkan di Papua yang membantu penduduk setempat melalui layanan masyarakat seperti perawatan kesehatan, perpustakaan keliling, pengajaran sukarela dan program pembersihan jalan.

Pada Februari tahun ini, misalnya, beberapa anggota Komando Operasi Keamanan Yonif 756/WMS menawarkan layanan kesehatan keliling kepada warga Desa Beanekogom, Kecamatan Tembagapura, Kabupaten Mimika.

Pelayanan kesehatan rutin dilakukan sebagai bagian dari Gugus Tugas Pengabdian Masyarakat untuk memastikan masyarakat dalam keadaan sehat.

Komandan Satgas Mayor Marolop Edison Bala Hutapea mengatakan, Tentara Nasional Indonesia (TNI) menyadari kesulitan yang dihadapi warga setempat dan memiliki ikatan emosional dengan mereka.

Menurut Hutapea, kesungguhan dalam melakukan pengabdian masyarakat dan kepedulian terhadap kebutuhan masyarakat sekitar akan menjadikan posko TNI bermanfaat bagi mereka.

Sementara itu, pegawai Satgas Keamanan Perbatasan Indonesia-Papua-New Guinea di desa Mosso pernah menggagas program pembersihan jalan di desa kecamatan Muara Tami. kota jayapura.

Bersama warga desa Mosso, beberapa anggota satgas membersihkan kotoran dan puing-puing dari jalan-jalan desa.

Prajurit-prajurit yang mengikuti pengabdian masyarakat itu adalah anggota Batalyon Infanteri Mekanik Raider 413 dari Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad).(Mikropon)

READ  Letusan gunung berapi di Indonesia, peringatan untuk penerbangan

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

polressidrap.com