Tidak ada laporan kerusakan setelah gempa Meulaboh, kata BMKG

Tidak ada laporan kerusakan setelah gempa Meulaboh, kata BMKG

TEMPO.CO, JakartaUrutan besarnya 4,9 gempa bumi yang mengguncang Meulaboh di provinsi Aceh pada dini hari Sabtu tidak menyebabkan kerusakan, menurut Badan Penanggulangan Bencana Aceh Barat (BMKG).

“Kami tidak menerima laporan kerusakan akibat gempa hingga Sabtu malam,” kata koordinator ruang kendali badan itu, Mashuri.

Pusat gempa berada di 3,92 derajat utara dan 95,86 derajat timur, sekitar 38 km barat daya Meulaboh, ibu kota kabupaten Aceh Barat, dan pada kedalaman 39 km.

Gempa yang terjadi pada pukul 02.13 waktu setempat itu menyebabkan kepanikan di antara beberapa warga di wilayah pesisir kota, katanya.

Dia mendesak penduduk setempat untuk bergegas pulang untuk alasan keamanan, tetapi tetap tenang saat terjadi gempa.

Gempa bumi secara teratur mengguncang berbagai bagian Indonesia karena negara ini terletak di Circum-Pacific Belt, juga dikenal sebagai Cincin Api, di mana beberapa lempeng tektonik bertabrakan dan sering menyebabkan aktivitas vulkanik dan seismik.

Sumatera dan berbagai pulau kecil di lepas pantainya rentan terhadap gempa bumi.

Misalnya, sejak 28 Mei hingga 3 Juni 2021, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) cabang Medan mencatat 48 gempa yang melanda wilayah di provinsi Sumatera Utara dan Aceh.

Badan tersebut mengklasifikasikan sebagian besar dari mereka sebagai gempa bumi dangkal yang terjadi pada beberapa patahan, di zona subduksi, dan elevasi luar.

Sesar aktif yang memicu gempa terjadi di Seulimeum, Aceh Tengah, Batee C, Renun dan Toru,” kata juru bicara BNPB Eridawati.

Provinsi Aceh yang terletak di ujung paling utara pulau Sumatera juga mengalami gempa paling mematikan sepanjang masa, disusul tsunami pada 26 Desember 2004.

Bencana yang juga melanda beberapa wilayah pesisir di negara-negara seperti Thailand, Sri Lanka dan India itu dilaporkan menewaskan sekitar 230.000 orang.

Gempa fatal terakhir yang melanda Indonesia terjadi di Provinsi Sulawesi Barat pada 15 Januari 2021.

Orde magnitudo 6.2 gempa bumi, diikuti oleh beberapa gempa susulan, melanda kabupaten Mamuju dan Majene, merenggut lebih dari 100 nyawa dan menghancurkan beberapa bangunan.

Baca baca: Dalam seminggu 48 gempa melanda Sumatera Utara, Aceh: BMKG

DIBAWAH

READ  Tiba-tiba Kaya, Batu Meteor Josua Hutagalung, dibeli dari seorang kolektor AS seharga Rp 26 miliar

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

polressidrap.com