Umat ​​Kristen menyerang Presiden Jerman Bela Macron Perancis

Umat ​​Kristen menyerang Presiden Jerman Bela Macron Perancis

Jakarta, CNN Indonesia –

Pada hari Senin (26 Oktober) beberapa peristiwa berlangsung di berbagai belahan dunia. Mulai dari orang-orang Kristen dalam bahasa Arab, presiden mengutuk Perancis karena penghinaan Islam ke Jerman, Belanda, Italia untuk membela Macron.

1. Umat ​​Kristen Arab memukuli presiden Prancis karena menghina Islam

Sejumlah umat Kristen Arab juga mengkritik pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron, yang ia pandang sebagai penghinaan terhadap Islam dan Nabi Muhammad.


Pada Rabu (21 Oktober) ditetapkan bahwa Macron tidak akan mencegah penerbitan kartun yang menghina Nabi Muhammad dengan dalih kebebasan berekspresi.

Macron segera dikritik karena kesaksiannya. Beberapa negara Timur Tengah bahkan menyerukan boikot produk Prancis sebagai protes.

Kritik datang tidak hanya dari Muslim tetapi juga dari Kristen, salah satunya adalah pembawa berita tingkat tinggi Al-Jazeera Jalal Chahda dari Qatar.

2. Singapura menghentikan vaksin flu setelah kematian di Korea Selatan

Singapura telah menghentikan sementara penggunaan dua vaksin flu setelah laporan kematian belasan warga Korea Selatan.

Otoritas Kesehatan Singapura (HSA) terus menyelidiki hubungan antara kematian yang dilaporkan di Korea Selatan dan vaksin yang tersedia di Singapura.

Departemen Kesehatan dan HSA menyatakan tidak ada kematian terkait dua vaksin tersebut di Singapura hingga saat ini.

“Ini adalah tindakan pencegahan pasca kematian yang telah dilaporkan setelah vaksinasi influenza di Korea Selatan,” kata mereka Waktu jalanSenin (26/10).

Menurut informasi dari pihak berwenang Korea Selatan, almarhum telah disuntik tujuh merek vaksin influenza.

3. Polemik Meluas, Jerman, Belanda, Italia Bela Presiden Prancis

Sejumlah negara Eropa berpangkat tinggi membela Presiden Prancis Emmanuel Macron dari sejumlah kritik. Sebelumnya, Macron sempat menjadi sorotan dunia karena komentarnya yang memojokkan umat Islam.

Siehe auch  Mobil China menuntut Nanjak karena kekurangan tenaga, DFSK berkomentar

Kanselir Angela Merkel adalah salah satunya. Ia menilai pernyataan Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan terlalu dibesar-besarkan.

“Ini adalah komentar fitnah yang sama sekali tidak dapat diterima,” kata Merkel mengutip ucapannya AFPSenin (27/10).

Sebelumnya, Erdogan mengatakan bahwa Muslim diperlakukan seperti orang Yahudi selama Perang Dunia II. Erdogan juga menyerukan boikot barang dari Prancis.

(DEA)

[Gambas:Video CNN]

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

polressidrap.com