VTube diblokir oleh Kominfo dan masih ada di playstore. Ini adalah kata SWI di semua halaman

KOMPAS.com – Media sosial baru-baru ini direvitalisasi dengan munculnya sejumlah undangan dari pengguna internet untuk bergabung aplikasi VTube.

Vtube mengklaim sebagai platform yang dapat menghasilkan uang hanya dengan menonton iklan video.

Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan ( OJ) telah meminta Kominfo Memblokir situs VTube yang berada di bawah PT Future View Tech karena disajikan sebagai skema Permainan uang.

Baca juga: VTube Diblokir Kominfo, Ini Himbauan Satgas Waspada Investasi

Namun, aplikasi VTube didasarkan pada ulasan Kompas.com, sejauh ini masih tersedia di Playstore.

Dalam konteks ini, Ketua Satgas Waspada Investasi ( SWI), Tongam L. Tobing mengatakan saat ini SWI sedang melakukan pengawasan.

“Kami tetap memantau untuk dikeluarkan dari Muat gamekatanya saat dihubungi Kompas.com, Senin (15 Februari 2021).

Apa potensi kerugian bagi pengguna Vtube?

Jadwalkan transfer

Tongam menjelaskan bahwa ada skema di VTube Referral Di sinilah anggota VTube bisa mendapatkan poin ekstra dengan mengundang orang lain untuk bergabung dalam level misi dan meningkatkannya.

“Skema rujukan mirip dengan bisnis yang digunakan dalam penjualan langsung atau yang diketahui publik Pemasaran berjenjang (MLM) yang skema rujukannya tidak dapat digunakan untuk penawaran layanan, “kata Tongam.

Tongam menambahkan bahwa dalam kasus VTube dia fokus pada periklanan jadi tentu saja dia tidak bisa menerapkan skema ini.

Baca juga: Dalam kasus TikTok Cash dan VTube, Anda akan belajar tentang mode aplikasi dengan kedok investasi

Poin bisa diperdagangkan

Screenshot Aplikasi VTube di Playstore

Disebutkan juga bahwa poin yang didapat anggota dari menonton iklan di Vtube dapat diperdagangkan.

“Poin yang dibeli kemudian digunakan untuk meningkatkan peringkat. Ini bisa merugikan masyarakat,” kata Tongam.

READ  Bank Indonesia (BI), bankir dan pengamat sepakat kredit bisa positif tahun ini

Ia menambahkan, Satgas Waspada Investasi mengimbau masyarakat agar berhati-hati.

Perlu diketahui bahwa Satgas Waspada Investasi merupakan wadah koordinasi antar departemen dan lembaga pemerintah terkait pencegahan dan penanganan dugaan kegiatan ilegal di bidang penggalangan dana publik dan pengelolaan investasi.

Baca juga: 4 Fakta TikTok Cash, Layanan yang Baru Diblokir Kominfo

SWI beranggotakan 13 orang, diantaranya:

  1. otoritas Jasa Keuangan
  2. Bank Indonesia
  3. Kementerian Perdagangan Republik Indonesia
  4. Kementerian Komunikasi dan Informasi Republik Indonesia
  5. Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil dan Menengah Republik Indonesia
  6. Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia
  7. Kementerian Agama Republik Indonesia
  8. Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia
  9. Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia
  10. j. Jaksa Republik Indonesia
  11. Kepolisian Negara Republik Indonesia
  12. Komite Koordinasi Penanaman Modal
  13. Pusat laporan dan analisis transaksi keuangan.

Baca juga: TikTok Cash secara resmi diblokir. Demikian pernyataan Kominfo dan OJK

Written By
More from Said Rafiq

Buruan dapatkan dukungan kuota cairan 50GB untuk pelanggan Telkomsel, Tri, XL, dan Axis. Perhatikan cara memeriksanya

GridMotor.id – menyenangkan Dukungan dengan kontingen internet 50 GB telah dibayarkan, gamer...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *