Para ahli menemukan planet luar angkasa mengorbit seperti rumus matematika

Jakarta, CNN Indonesia –

Exoplanet dengan ukuran serupa bumi Ternyata orbitnya menyerupai rumus matematika. Planet asing ini memiliki orbit bintang induknya di Bumi setiap 3,14 hari.

Perhitungan ini mirip dengan angka ‘pi’ atau rumus keliling lingkaran. Planet ekstrasurya bernama K2-315b ini mengorbit bintang kerdil yang berjarak 186 tahun cahaya dari Bumi.

K2-315b dapat dilihat dalam data yang dikumpulkan selama K2 dari Teleskop Luar Angkasa Kepler NASA pada 2017. Keberadaan exoplanet dipastikan pada tahun 2020 nanti melalui jaringan teleskop berbasis darat yang disebut SPECULOOS (Finding Habitable Planets That Eclipse Utra-Cool Stars).




“Planet bergerak seperti jarum jam,” kata Prajwal Niraula, seorang mahasiswa PhD di Departemen Ilmu Bumi, Atmosfer dan Planet di Institut Teknologi Massachusetts (MIT) di Cambridge.

Hasilnya dipublikasikan dalam artikel berjudul The Astronomical Journal: “Pi Earth: Sebuah Planet berukuran 3,14 Hari Bumi dari Dapur K2, Disajikan Hangat oleh Tim SPECULOOS”.

K2-315b adalah planet “luar angkasa” ke-315 yang ditemukan berdasarkan data K2. Niraula dan rekannya memperkirakan bahwa K2-315b berukuran sekitar 95 persen dari ukuran bumi.

Ukuran ini menunjukkan bahwa planet asing itu berbatu, tetapi tidak diketahui secara pasti saat ini karena massa K2-315b masih belum diketahui.

Ukuran bintang induk K2-315b hanya seperlima dari ukuran Matahari. Panasnya bintang induk juga dinilai tidak terlalu panas.

Sayangnya, orbit planet K2-315b begitu dekat dengan bintang induknya sehingga permukaannya menjadi sangat panas. Peneliti memperkirakan permukaan planet itu memiliki suhu 177 derajat Celcius.

“Terlalu panas untuk ditinggali manusia,” kata Niraula.

Kepler memburu planet asing menggunakan metode transit. Metode ini mencatat sedikit penurunan kecerahan saat sebuah planet melintasi bintang induknya. Penurunan kecerahan menunjukkan bahwa suatu objek melintasi bintang induk.

READ  HP Oppo Reno4 F, konstruksi ringan dan teknologi canggih

Mengutip kamarStrategi yang sama digunakan oleh penerus Kepler, NASA’s Transiting Exoplanet Survey Satellite (TESSA).

Melaporkan dari Science DailyPada Rabu (23 September), NASA menonaktifkan Kepler pada November 2018 setelah menyelesaikan misi yang berlangsung selama lima setengah tahun. Hingga saat ini, para astronom telah menemukan sekitar 4,3 ribu exoplanet yang telah dikonfirmasi.

(hh / mm)

[Gambas:Video CNN]

Written By
More from Ubayd Saleh

Samsung mulai memproduksi Galaxy S21. Apakah akan dirilis pada Januari 2021?

Jakarta – – Beberapa waktu lalu beredar rumor yang mengatakan Samsung akan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *