Perubahan iklim menghancurkan lukisan gua tertua di dunia

Perubahan iklim menghancurkan lukisan gua tertua di dunia

Penelitian arkeologi menunjukkan bahwa karya seni prasejarah tertua di dunia yang ditemukan di Indonesia semakin menghilang. Perubahan iklim harus disalahkan.

Arkeolog telah menemukan seni gua tertua di gua-gua di pulau Sulawesi, Indonesia, beberapa di antaranya berusia 44.000 tahun.

Rekor kehidupan kuno dan adat istiadat dalam kondisi yang relatif baik pada tahun 1950-an, tetapi telah menghilang dengan kecepatan yang mengkhawatirkan dalam beberapa dekade terakhir. Kerusakannya semakin cepat seiring dengan perubahan iklim.

Universitas Griffith Di Queensland tenggara, Australia, penelitian telah menunjukkan alasannya. Bersama tim arkeolog Australia dan Indonesia, spesialis konservasi alam, dan pengelola warisan budaya, mereka mendokumentasikan alasan meningkatnya hilangnya permukaan gua batu kapur yang dicat di 11 lokasi gua di Karst Marst-Pangkep.

Itu studi yang baru diterbitkan Perlu diketahui bahwa salah satu faktor yang membahayakan lukisan-lukisan kuno Indonesia ini adalah lokasinya yang berada di daerah tropis, dimana pemanasan global bisa sampai tiga kali lebih tinggi dibandingkan di Eropa.

Klik video di atas untuk mempelajari lebih lanjut tentang efek perubahan iklim pada seni gua kuno.

READ  Pesawat Jatuh di Indonesia: Foto Pesawat SJ182 Jatuh di Indonesia, Seluruh 62 Penumpang Meninggal - Foto Jatuhnya Pesawat di Indonesia Sriwijaya Air Flight SJ182 Jatuh Bagian yang Ditemukan di Laut Jawa

We will be happy to hear your thoughts

Hinterlasse einen Kommentar

polressidrap.com