Ahli Epidemiologi: Kita Dapat Meniru Cara Orang Filipina Mengadakan Tes Covid-19 dengan Hadiah Beras 5 Kg

foto: Antara

pengumpulan

KASUS positif Covid-19 di Indonesia pada 24 Juli 2020 telah mencapai 95.418 kasus, dengan total 4.665 kematian. Ini adalah keprihatinan umum, terutama sekarang kita telah memasuki situasi normal baru.

Epidemiolog Griffith University Australia Dicky Budiman bahkan menjelaskan bahwa kasus Covid-19 di Indonesia masih dalam tahap awal. Dia memprediksi, kasus akan mulai turun pada akhir 2020.

“Ketika merujuk pada sejarah pandemi sebelumnya, penyelesaian pandemi tercepat adalah 1 tahun. Sekarang, Indonesia masih dalam tahap awal, sehingga perlu untuk mencegah penyebaran virus sehingga keparahan kasus dapat dikendalikan, “kata Dicky Budiman, Epidemiolog di Webinar yang berjudul ‘Sinergi dan Inovasi untuk Keamanan dan Pandemi Kesehatan Global’ yang diprakarsai oleh Shafco, Sabtu (25/7/2020).

Salah satu upaya yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan penyelesaian pandemi adalah dengan mengadakan tes Covid-19 secara massal. Sayangnya, lanjut Dicky, masih ada beberapa daerah di Indonesia yang telah melakukan tes Covid-19 minimal. Itu bisa dilihat dari tren jumlah kasus yang mereka miliki.

“Ya, ada beberapa daerah di mana jumlah kasus Covid-19 kecil dan karenanya merasa aman. Setelah diselidiki, upaya pengujian sangat minim. Ini sangat berbahaya,” jelasnya. Dengan diberlakukannya tes massal Covid-19 dan aktif, ia dapat mengendalikan penyebaran virus di komunitas.

Iklan

Dicky memberi contoh pengujian di Filipina dengan cukup sukses di berbagai daerah. Jadi, pemerintah Filipina memotivasi masyarakat untuk ingin melakukan tes Covid-19 dengan memberikan hadiah dalam bentuk 5 kg beras.

Metode ini ternyata berhasil dan dengan cara itu, pelacakan virus dapat dilakukan jika ditemukan kasus positif Covid-19. Jika penelusuran berhasil, maka penyebaran virus korona dapat dihentikan.

“Motivasi seperti itu dari Filipina dengan memberikan 5 kg beras kepada orang-orang yang ingin diuji oleh Covid-19 bertujuan untuk melindungi komunitas sehat lainnya dan pada akhirnya menghentikan penyebaran virus dan mengoptimalkan penyelesaian kasus positif Covid-19, “kata Dicky.

READ  Covid-19 kasus di AS jauh lebih banyak dari yang dilaporkan

Karena sekali lagi, lanjutnya, virus ini masih ada di masyarakat untuk jangka waktu yang relatif lama. Meskipun telah ada upaya untuk meneliti vaksin, tetapi upaya untuk mencegah penularan virus harus terus dilakukan dan penyembuhan pasien Covid-19 harus dilakukan.

Written By
More from Ubayd Saleh

Poco memperkenalkan X3 NFC, smartphone murah dengan layar 120 Hz dan baterai jumbo

Merdeka.com – Sub-merek Xiaomi, Poco, baru saja mengumumkan smartphone terbarunya, Poco X3...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *