Keuntungan bank diperkirakan turun, dengan saham BBCA, BBRI dan BNGA melonjak

Jakarta, CNBC Indonesia – Harga saham bank BUKU IV atau kelompok bank komersial bermodal inti lebih dari Rp30 triliun mengingat sentimen independensi Bank Indonesia (BI) dan proyeksi laba bersih bank-bank Indonesia akan tergerus pada akhir tahun , meningkat secara berbeda.

Berikut pergerakan saham bank BUKU IV pada awal perdagangan sesi I pukul 09.40 WIB.


– PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN) Rp 2.330 / saham, turun 2,10% dibandingkan tahun / tahun sebelumnya minus 41,01%

– PT Bank Pan Indonesia Tbk (PNBN) Rp 780 / saham turun 0,64%, turun 41,57% year over year

– Rp 4.740 / saham PT Bank Negara Indonesia Tbk (BBNI) stagnan minus 39,75%

– PT Bank Mandiri Tbk (BMRI) Rp 5.575 / saham mandek 27,64%

– PT Bank CIMB Niaga Tbk (BNGA) Rp 775 / saham, ditambah 1,31%, ytd 20,21%

– PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) Rp 28.450 / saham, ditambah 1,07%, ytd minus 14,96%

– PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) Rp. 3.230 / saham, ditambah 0,62%, ytd minus 26,36%

Sementara itu, Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih menguat 0,20% ke level 5.069 dengan catatan 193 saham naik, 168 saham turun dan 155 saham stagnan.

Pekan lalu, Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso memperkirakan hingga akhir tahun, akibat minimnya pembayaran bunga dari debitur, perbankan nasional akan mengalami penurunan laba atau laba bersih sekitar 30-40%.

“Jika tidak dilakukan dengan baik, ada risiko bank-bank besar tidak akan mampu menahan untung dan rugi terlalu lama. Nasabah yang direstrukturisasi berjalan lancar, namun pendapatan bank anjlok. Sebelumnya, direstrukturisasi Rp 863 triliun. Suku bunga deposito terus naik terus menerus. dibayar “, kata Wimboh dalam webinar, Jumat (18 Juni 2020).

READ  Saat pajak mobil baru nol persen, harga LCGC mulai dari Rp 60 jutaan

“Diperkirakan kami berpotensi memangkas laba bank 30-40% pada akhir tahun ini. Kami berharap bisa dimulai lagi tahun depan. [membaik], “jelasnya.

Menurut Wimboh, penurunan tersebut hanya akan terjadi hingga akhir tahun ini karena restrukturisasi mengalami tren penurunan dengan puncaknya pada Mei dan Juni 2020.

Meski diperkirakan nilai restrukturisasi mencapai 40% dari total saldo bank, atau Rp1.376,6 triliun.

Kinerja bank diperkirakan akan membaik pada tahun 2022, meski tahun depan kinerja bank-bank tersebut diperkirakan akan kembali membaik.

OJK menemukan nilai restrukturisasi kredit perbankan mencapai Rp 863,62 triliun hingga 24 Agustus 2020. Restrukturisasi ini dapat berupa penangguhan pembayaran bunga dan pokok atau uang muka, tergantung dari ketentuan masing-masing debitur dan kebijakan bank.

Perasaan lain yang dimiliki bank adalah independensi dari BI, dimana pemerintah telah menyusun peraturan yang mendelegasikan pengawasan perbankan dari OJK dan keberadaan komite mata uang kembali ke BI.

Sebelumnya, kata Sri Mulyani, pembenahan sistem keuangan akan dikaji. Kajian ini disusun dengan mempertimbangkan perkembangan terkini di sektor keuangan dan asesmen berwawasan ke depan, termasuk mengacu pada hasil asesmen rutin pencegahan krisis dan simulasi solusi oleh Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK).

“Kami melakukan simulasi sebagai bagian dari KSSK untuk mengidentifikasi dan melihat faktor-faktor atau hal-hal yang dapat diidentifikasi guna meningkatkan stabilitas sistem keuangan,” kata Sri Mulyani secara virtual, Jumat (9 April 2020).

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Penanaman Modal (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan juga menegaskan aturan pembenahan sistem keuangan sedang diselesaikan. Reformasi sistem keuangan ini diperkenalkan dengan Perppu [Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-undang].

Luhut menuturkan, adanya reformasi sistem keuangan ini bermula dari krisis yang melanda Indonesia mulai dari sektor kesehatan hingga bisa berujung pada sektor ekonomi. Adanya aturan yang tidak sempurna bisa berbahaya.

READ  Mau tahu cara mengubah minyak goreng bekas menjadi emas? Cek di sini

“Kita bisa melihat bahwa dalam situasi krisis memang ada ketidakpastian dalam legislasi dari ketiga lembaga IE tersebut [Bank Indonesia], LPS [Lembaga Penjamin Simpanan] dan OJK [Otoritas Jasa Keuangan], “dia berkata.

“Ini kan Presiden minta lihat semuanya. Tanpa kehilangan independensi BI. Apa yang sudah dilaporkan Komite Moneter, saya pastikan tidak ada.”

[Gambas:Video CNBC]

(Tas tas)


Written By
More from Said Rafiq

Asteroid Larut Malam Jumbo Larut, NASA Mengatakan Jaraknya Sudah Dekat

VIVA – Badan antariksa AS NASA menyatakan a asteroid Ukuran jumbo akan...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *