Medan Magnet Bumi Melemah Bukan Karena Terkunci Matahari

BMKG memastikan pelemahan medan magnet Bumi tidak dipengaruhi oleh Matahari Lockdown atau fenomena Grand Solar Minimum (GSM).

Jakarta, CNN Indonesia –

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengatakan pelemahan tersebut Medan magnet bumi tidak dipengaruhi oleh Kuncian matahari. Matahari yang terkunci ini juga bisa disebut fenomena Grand Solar Minimum (GSM).

“Melemahnya medan magnet bumi tidak terkait dengan aktivitas magnetik pada Matahari atau siklus tahunan Sebelas Matahari, yang saat ini dalam fase minimum (juga dikenal sebagai penguncian matahari),” kata peneliti astronomi BMKG Rukman Nugraha ketika dihubungi CNNIndonesia.com, Selasa (27/7).

Menurut Rukman, melemahnya medan magnet bumi disebabkan oleh kondisi internal Bumi, terutama yang ada di inti bumi.


Karena, medan magnet bumi sendiri dihasilkan oleh dinamika yang terjadi di inti luar bumi yang terdiri dari besi dan nikel cair serta inti dalam bumi yang lebih padat.

“Gerakan fluida di inti luar adalah untuk mempercepat pembalikan arah medan magnet bumi, sementara inti dalam memperlambatnya,” jelas Rukman.

“Dinamika kedua bagian inti ini menyebabkan pembalikan medan magnet bumi terjadi selama ribuan tahun,” tambahnya.

Lebih lanjut Rukman mengatakan, dalam proses pembalikan itu terjadi yang sekarang disebut melemahnya medan magnet Bumi.

Sebelumnya, para ilmuwan dari Europan Space Agency (ESA) memberikan hipotesis tentang melemahnya medan magnet bumi secara misterius yang dikatakan sebagai tanda membalikkan medan magnet Kutub Utara dan Selatan.

Pelemahan ini terjadi di daerah yang membentang antara Amerika Selatan dan Afrika, yang kemudian dikenal sebagai Anomali Atlantik Selatan.

Karena ini dikatakan telah terjadi berkali-kali sepanjang sejarah planet Bumi. Pembalikan kutub ini menurut ESA telah ditunda sekitar 250 ribu tahun. Tetapi teori ini tidak dapat sepenuhnya diterima oleh ilmuwan lain.

Ilmuwan ESA melaporkan bahwa dua abad yang lalu, kekuatan medan magnet bumi telah berkurang sembilan persen. Fenomena melemahnya medan magnet tidak menimbulkan risiko bagi manusia atau makhluk lain di permukaan bumi.

READ  Pelajari tentang kanker usus besar, penyakit yang membunuh Chadwick Boseman, yang berperan sebagai Black Panther

Namun, pelemahan ini mempengaruhi pesawat ruang angkasa dan satelit yang melayang di orbit rendah yang ada di wilayah tersebut.

Pesawat-pesawat ini mungkin mengalami kerusakan saat melewati area dengan medan magnet yang lemah. Medan magnet juga melindungi Bumi dari radiasi kosmik dan partikel bermuatan yang dipancarkan oleh matahari.

(Dalam / DAL)

[Gambas:Video CNN]

Written By
More from Ubayd Saleh

Mitra eksklusif JD.ID Xiaomi dalam peluncuran Redmi 9C

TRIBUNJOGJA.COM – Hebat! Xiaomi diluncurkan secara eksklusif hari ini Redmi 9C di...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *