Elon Musk secara resmi menerbitkan teknologi implan otak. Apa ini?

Jakarta, CNBC Indonesia – Setelah sekian lama melakukan coding, Elon Musk dan perusahaan implan otaknya Neuralink akhirnya meluncurkan software pertama mereka yang berfungsi sebagai implan otak.

Taipan teknologi itu diyakini mampu menyembuhkan apa saja mulai dari kebutaan hingga quadriplegia. Dalam presentasi online, Musk memamerkan mesin Neuralink barunya dan versi awal perangkat yang ia tanam pada babi.

“Saya pikir itu akan mengejutkan Anda. Ini seperti Fitbit di tengkorak Anda dengan kabel kecil,” kata Musk.

Penemuan pengendalian pikiran ini dimaksudkan untuk mencapai simbiosis manusia dengan kecerdasan buatan. Cara kerjanya, ia menghilangkan sepotong tengkorak seseorang seukuran koin dan kemudian menyuntikkan chip kecil untuk membantu kontrol motorik dan fungsi lainnya, menurut Musk.

Chip melingkar, yang kemudian disuntikkan di dekat telinga, juga memungkinkan orang untuk mengontrol ponsel atau komputer mereka dengan pikiran mereka, menurut Neuralink.

Dalam demonstrasinya, Musk memperkenalkan seekor babi bernama Gertrude yang ia yakini berhasil lulus uji pemasangan perangkat tersebut. Babi itu tampaknya memiliki tanda di dekat telinganya tempat ia disuntik.

Demo Musk juga menampilkan robot mirip mesin jahit yang menempelkan microchip dengan menjahitnya ke otak dengan kabel bertabur elektroda tipis. Startup yang berbasis di San Francisco mengatakan alat Neuralink dapat menampilkan neuron aktif secara real time.

Musk, yang juga CEO Tesla dan SpaceX, mengatakan microchip dibuat khusus untuk menerima dan memproses lonjakan neurologis di otak, dan mesin robotik diprogram untuk menghindari pembuluh darah yang rapuh.

“Anda bisa menyelesaikan semuanya mulai dari kehilangan memori hingga gangguan pendengaran dan kebutaan. Model yang diperbarui menyederhanakan versi model sebelumnya,” kata Musk, Jumat (28/8/2020).

Model yang baru diluncurkan adalah versi terbaru dari Musk, yang tersedia musim panas lalu, dan beberapa pengamat bertanya-tanya apakah perangkat tersebut adalah langkah berani berikutnya dalam evolusi manusia atau hanya fantasi yang dibuat-buat.

READ  Microsoft Xbox Series S berharga Rp 4 juta

Adapun kemajuan di balik proses pengembangan teknologi implan otak Neuralink, banyak kritikus juga tidak yakin.

“Apa yang terjadi? Kanker, psikosis, perubahan suasana hati, kehilangan ingatan, kecanduan [pada] Motor untuk setiap pikiran cerdas. Berbahaya sampai studi lebih lanjut, “kata seorang pengamat.

“Tidak, terima kasih … aku ingin menjadi 100% manusia,” imbuh yang lain.

Sekadar informasi, teknologi implan otak Neuralink telah digunakan selama tiga tahun sejak perusahaan itu didirikan pada tahun 2017.



[Gambas:Video CNBC]

(dru)


Written By
More from Witha Samad

Beginilah cara OPPO melindungi privasi dan data pengguna smartphone

AKURAT.CO, alat sMartphone Saat ini banyak digunakan untuk melakukan berbagai aktivitas mulai...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *