Kamera masa depan akan menghasilkan gambar 3.200 megapiksel!

Jakarta – –

Kamera utama Vera C Rubin Observatory baru saja mengambil bidikan percobaan pertamanya. Kamera masa depan ini mencetak rekor dunia baru untuk bidikan tunggal terbesar kamera raksasa digital.

Sensor gambar di Vera C Rubin Observatory terdiri dari bidang fokus untuk kamera digital seukuran SUV. Kamera digital raksasa ini mengambil gambar dengan kualitas 3.200 megapiksel.

Sedangkan untuk pengujian, seperti dikutip dari Space.comdilakukan di Laboratorium Akselerator Nasional (SLAC) Departemen Energi AS di California.

“Foto-foto itu adalah jepretan tunggal terbesar yang pernah diambil,” kata pejabat SLAC.

“Sangat besar sehingga untuk melihat foto ukuran penuh membutuhkan televisi 378 4K Ultra HD. Resolusi sangat bagus sehingga bola golf dapat dilihat dari jarak 15 mil,” lanjut SLAC.

Tapi gambar pertama dari perangkat yang disinkronkan kamera Masa depan bukanlah bola golf jarak jauh. Tim SLAC yang membuat kamera Legacy Survey of Space and Time (LSST) fokus pada objek di sekitar, termasuk detail brokoli Romanesco, yang permukaannya bertekstur rumit.

“Kemampuan untuk menangkap gambar ini merupakan pencapaian yang luar biasa. Dengan spesifikasi yang ketat, kami benar-benar mendorong selubung dari apa yang mungkin untuk menggunakan setiap milimeter persegi bidang fokus dan memaksimalkan ilmu yang dapat kami lakukan dengannya,” kata rekan ilmuwan di SLAC Aaron Roodman.

Seperti sensor gambar pada kamera ponsel, bidang fokus kamera LSST mengubah cahaya yang dipancarkan atau dipantulkan oleh suatu objek menjadi sinyal listrik yang menghasilkan foto digital. Namun, inti pencitraan kamera LSST jauh lebih besar, lebih kompleks, dan lebih bertenaga daripada produk elektronik konsumen mana pun.

Kameranya harus siap untuk tes terakhir pada pertengahan tahun depan. Selain itu, SLAC akan mengirimkannya ke Andes di Chili, di mana Observatorium Vera C Rubin akan dibangun.

READ  Kamu harus tahu! Sejarah perkembangan ilmu pengetahuan dari waktu ke waktu

Observatorium, yang sebelumnya dikenal sebagai Teleskop Survei Sinoptik Besar, akan menggunakan cermin selebar 8,4 m dan kamera 3,2 miliar piksel untuk melakukan studi penting tentang kosmos selama satu dekade.

Kamera akan mengambil panorama langit selatan setiap beberapa malam dan mengumpulkan “harta karun” astronomi yang berisi gambar dari sekitar 20 miliar galaksi yang berbeda.

“Data dari kamera Ini akan memperluas pengetahuan kita tentang bagaimana galaksi berevolusi dari waktu ke waktu dan memungkinkan kita untuk menguji pemodelan materi hitam yang lebih dalam dan lebih akurat, “kata Steven Ritz, Ilmuwan Kamera LSST dari Universitas California.

“Observatorium ini akan menjadi fasilitas luar biasa untuk penyelidikan ilmiah yang lebih luas, mulai dari detail tata surya kita hingga mempelajari objek jauh di luar angkasa,” pungkasnya.

Menonton video “Dua pencuri mencuri sepeda motor di bawah pengawasan video di Jambi“”
[Gambas:Video 20detik]
(rns / fay)

Written By
More from Said Rafiq

IHSG turun di akhir Sesi I pada Rabu (16 September) sebesar 0,74% menjadi 5.063, saham bank asing di jual.

ILUSTRASI. IHSG turun 37,73 poin atau 0,74% menjadi 5.063,13 pada pukul 11.30...
Read More

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *